Pemanasan Global

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb).

Berikut ini merupakan dampak dari adanya pemanasan global:

1. Perubahan iklim.
Perubahan Iklim ialah perubahan suhu, tekanan udara, angin, curah hujan, dan kelembaban sebagai akibat dari pemanasan global. Mencairnya es dibelahan bumi kutub utara menjadikan daratan yang berada disekitarnya mengecil. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

2. Peningkatan Permukaan Laut.
Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau.

3. Suhu global meningkat.
Dengan meningkatnya suhu global dalam keadaan tertentu dapat menguntungkan suatu wilayah karena curah hujan lebih tinggi dan masa tanam lebih lama.namun pada daerah lain bertambahnya suhu menjadikan mereka kekeringan dan kekurangan air.

4. Kebakaran hutan
Area hutan yang kering akibat terjadinya kenaikan suhu sehingga hutan mudah terbakar.

5. Situs purbakala cepat rusak
Suhu yang ekstrim akan menyebabkan kerusakan situs purbakala lebih rapuh.

6. Ketinggian gunung berkurang
contonya pegunungan Alpen yang mengalami penurunan ketinggian karena es yang berada di puncak gunung meleleh.

7. Satelit bergerak lebih cepat
Makin banyak CO2 yang dihasilkan makin kuat dorongan pada atmosfer bumi sehingga mempercepat pergerakan satelit.

8. Peningkatan kasus alergi
Tngkat CO2 yang meningkat dan iklim yang tak menentu dapat memicu timbulnya alergi.

9. Migrasi hewan besar-besaran
Ditimbulkan karena habitat hewan yang semula dapat ditinggalai telah rusak dan memicu gerakan migrasi besar-besaran.

10. Terjadinya seleksi alam
Yang menyebabkan kepunahan beberapa jenis hewan dan tumbuhan dikarenakan mereka tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Tentang ditiniautami

I live to healthy and be happy with Jesus. Panggilan saya sehari-hari Tami.. Ramah, sopan, dan murah senyum...percayalah.. saya gak gigit koq :D :D :D Berteman dengan saya santai tapi serius.. Thats about me. bye :D
Pos ini dipublikasikan di Fisika Club. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s